Guru di Indonesia berdepan dengan reliti pahit dimana mereka menerima bayaran yang tidak setimpal dengan usaha yang dilakukan iaitu mendidik anak bangsa.
Status pengajar yang dimaksudkan ialah cikgu honorer yang mana mereka adalah tenaga pengajar bukan tetap yang bekerja di sekolah awam atau swasta tanpa status kakitangan kerajaan.
Baca Juga:
- ‘Memang Sedap Burger Ni’ – Warga Indonesia Sambut Baik Kehadiran Burger Malaysia Di Bandung
- YouTuber Indonesia ‘Diusir’ Netizen Sendiri Selepas Buat Konten Perbandingan Dengan Negara Tetangga

- Buat Pertama Kalinya, Malaysia Pintas Indonesia Sebagai Raja Jualan Kereta ASEAN

Salah seorang tenaga pengajar honorer berkongsi gaji bulanan yang diterimanya di TikTok dan perkongsian beliau nyata menarik perhatian netizen dari Malaysia.

Gaji Guru Honorer Di Indonesia
@inilahcom Di tengah pemberitaan tunjangan DPR yang naik, di sisi lain kehidupan, seorang guru honorer memperlihatkan gaji bulanannya. Dalam video berdurasi sangat singkat tersebut, tampak ia memamerkan amplop putih dan mengeluarkan uang pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu. Total uang yang ia terima sebesar Rp350 ribu. “POV : ketika guru honorer setelah gajian” tulisnya dalam video. “gaji hanya berlaku seminggu dua Minggu sisanya mengandalkan Tuhan yang maha kaya” tambahnya. Video tersebut menarik simpati netizen hingga meninggalkan jejak di kolom komentar. Para pengguna media sosial pun “menyenggol” para pejabat. “Lihatlah itu para pejabat .gaji oara guru honorer. cuma 300 rb,” ujar netizen. “msih pantaskah gaji segitu para bpk n ibu DPR,” tambah yang lain. Selain itu, ada pula netizen yang mengungkapkan pengalaman yang sama. “saya pertama ngabdi guru honor 3 bulan di gaji 100 rb ,alhamdulilah saya ikhlas sekali ,pengabdian 10 thn akhir nya saya diangkat p3k” terangnya. – Selengkapnya kunjungi website dengan klik link di bio atau download aplikasi di AppStore dan Google Play Store. #InilahNews #GajiGuru #GuruHonorer #TunjanganDPR #DPRRI
Lelaki itu menunjukkan gaji yang diterimanya sebanyak RP350 Ribu sebulan atau sekitar RM90.
Di ruangan komen, rata-rata netizen berasa hairan bagaimana lelaki tersebut dan tenaga pengajar lain yang berstatus sama memenuhi keperluan hidup dalam sehari dengan gaji kecil.

Tenaga pengajar honorer biasanya menerima gaji berdasarkan jumlah waktu mengajar, bukan gaji bulanan tetap.
Tugas mereka sama seperti guru tetap (mengajar, membimbing, dan menilai), tetapi mereka tidak mendapat faedah dan faedah yang sama seperti penjawat awam.